Welcome Visitor: Login to the siteJoin the site

Menangislah sekarang

Poetry By: franrizmy
Childrens stories


sebuah cerita kecil dalam bentuk puisi.


Submitted:Mar 21, 2013    Reads: 13    Comments: 0    Likes: 0   


Debulah yang menyambutku.....

bangunan tinggi di depanku ini..... belum juga jadi.....

mataku mencari-cari seseorang di antara manusia kuli lainnya

itu dia...

Badannya sama penuh keringat kotor

Pasti penuh daki

Badannya kekar hitam terbakar matahari yang jahat

ia berjalan kepadaku

dan....

saat memandangku ia tersenyum

senyum termanis yang pernah kulihat

aku mengangkat rantang putih karatan...

ia menyambutnya dengan lembut

bahkan dengan tangan kasarnya itu...

Aku berdiri diam....

seharusnya guratan-guratan diwajahnya itu tanda kecapaiannya...

Namun bisa sekali ia berakting seperti itu...

berakting seakan ia hanya habis jalan saja

senyum lagi!

Aku benci...

Aku benci jika hanya terdiam

tak bisa membalas senyum manis itu...

Aku benci saat aku tidak dapat menahan

ujung-ujung mulutku yang mulai menekuk ke bawah

Aku hanya dapat mendengar bunyi bergereget gigiku....

tenggorokanku tercekat...

Ugh...

Aku sangat sangat sangat benci...

saat pelupuk mataku ini menggembung

menahan air mata kesedihan yang seharusnya

milik orang di depanku ini!

Aku mendongak, agar air mata ini tidak meluap dari kelopak

Namun sia-sia saat kumengedip sekali saja

Air mata panas itu meluncur dari sudut mata membentuk garis sungai di pipiku.

Tangan besar itu membelai kepalaku saja

Lalu mengacak-acak rambut ikalku...

Aku menunduk

Ia berlutut

dan meletakkan tangannya di kedua pundakku

dan berkata.....

"Menangislah sekarang, tapi jangan nanti, nak!"





0

| Email this story Email this Poetry | Add to reading list



Reviews

About | News | Contact | Your Account | TheNextBigWriter | Self Publishing | Advertise

© 2013 TheNextBigWriter, LLC. All Rights Reserved. Terms under which this service is provided to you. Privacy Policy.