Welcome Visitor: Login to the siteJoin the site



Indonesiaku


Submitted:Mar 6, 2013    Reads: 6    Comments: 0    Likes: 0   


Sering . . .

       Kutak mengerti

Orang . . .

     Yang memaki negaranya sendiri

     Merendahkan bangsanya sendiri

     Merusak tanpa berusaha memperbaiki

            Berbeda . . . dulu dan saat ini

Dengan membara

   Pahlawan membusungkan dada, berlantangkan suara

          "INDONESIA . . . INILAH INDONESIA!!"

            Berbeda . . . dulu dan saat ini

Jauh dari nada bangga

     Orang sekarang menggeleng kepala, bersinis kata

           "Indonesia. . . Indonesia . . . inilah Indonesia"

     Kasihan . . . kau Indonesiaku . . .

Padahal . . . ini bukan salahmu . . .

        Wakil rakyat salah . . .

                                malah berkilah . . .

        Rakyat tak mau kalah . . .

                                 malah merusak apalah . . .

        Alampun mulai resah . . .

                                 menmpakkan amarah . . .

 

     "INDONESIA! Tak bisakah engkau berhenti menyakitiku!"

     "Bukan salahku wahai Alam!"

     "Tak melihatkah engkau, betapa rusaknya aku sekarang, wahai Indonesia!"

     "Bukan salahku "

      "Kamu selalu mengeluh dengan keadaanku! Padahal ini kesalahanmu, Indonesia!"

       "Maaf Alam . . . Ini bukan salahku"

 

Tapi manusia terlalu tuli

         untuk mendengarkan teriakan Alam

Terlalu buta terhadap amukan Alam

Bahkan tidak pernah peduli dengan tatapan tajam Alam

Tapi . . .

      ternyata . . .

               manusia terlalu cepat mati!

               Terlalu cepat mati

                               ketika ditampar Alam

Sungguh. . . ini bukan salahku!





0

| Email this story Email this Poetry | Add to reading list



Reviews

About | News | Contact | Your Account | TheNextBigWriter | Self Publishing | Advertise

© 2013 TheNextBigWriter, LLC. All Rights Reserved. Terms under which this service is provided to you. Privacy Policy.