Welcome Visitor: Login to the siteJoin the site

Bieber Love Story, part 1 -introduce-

Novel By: Love Story
Fan fiction



a girl going to Bali for a summer vacation and for forget a boy who broke her heart. View table of contents...


Chapters:

1

Submitted:Mar 8, 2012    Reads: 309    Comments: 0    Likes: 0   


BIEBER LOVE STORY #BLS#

Part 1

-the introduce-

-writer's POV-

"come on! Let's go to the beach!"

"wait a minute."

"hurry please."

"okay i'm done."

Merekapun berjalan keluar rumah mewah itu, sambil bergandengan tangan, mereka berjalan melewati pekarangan rumah yang dihiasi bunga bunga kamboja dan rumput-rumput hijau yang menghiasi taman itu, dan terus berjalan melewati hamparan sawah yang sudah mulai menguning dan akhirnya sampai di tujuan utama mereka. Pantai.

"alyssa! Come here!" panggil gadis berambut hitam itu.

"what?"

"i found a bracelet." kata gadis manis itu sambil menunjukkan gelang silver yang memiliki gantungan kunci.

"it's very beautiful." puji gadis itu dan mengambil gelang itu dari tangan kakak sepupunya.

"i know." jawab gadis itu sambil tersenyum manis.

"maybe i will keep it." kata gadis itu dan mengambil gelang itu dari Alyssa, adik sepupunya.

Mereka duduk dipinggir pantai Lovina, yang terletak di utara Pulau Bali. Membiarkan kaki mereka di buai oleh anak-anak ombak. Menatap kearah garis yang mempertemukan bumi dengan langit. Memandangi lumba-lumba yang sedang berloncatan dibawah panasnya sinar matahari saat itu. Saling diam dalam pikiran mereka masing-masing, menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.

"kendall?" panggil seorang gadis yang memiliki nama lengkap Alyssa Beneth. Gadis blasteran Indonesia-Belanda yang memang tinggal di Indonesia, tepatnya Bali. Alyssa juga mempunyai rambut berwarna hitam sama seperti kakak sepupunya itu.

"dont't ever call me that name! My name is varsha! Not kendall!" balas kakak sepupunya. Gadis yang sangat manis menurut Alyssa, gadis yang memiliki banyak campuran di darahnya yang berasal dari berbagai negara itu. Gadis itu sangat cantik karena tubuhnya yang ramping, rambutnya yang hitam berkilau mewariskan rambut ibunya dan wajah gadis itu yang bule karena ayahnya berketurunan Prancis dan ibunya blasteran Indonesia-Canada, bibirnya yang tipis dan berwarna merah muda yang dapat menarik perhatian semua lawan jenisnya. Kulitnya yang berwarna putih berubah menjadi coklat akibat terbakar matahari, karena tempat yang akan ditinggalinya selama 2 setengah bulan ini adalah Bali, pulau yang beriklim tropis dan memiliki cuaca panas yang berbeda dari tempat tinggalnya di Paris.

"i'm sorry sha." jawab Alyssa dan gadis itu menunduk.

"it's okay. i'm just.. Okay what do you want to talk about?" tanya Varsha.

"do you ever think that you will meet your superstar?" tanya Alyssa yang dapat membuat kakak sepupunya itu terkejut sekaligus bingung.

"uhm.. Sometimes. Why you ask me that question?"

"i don't know. I just think that it will happen soon."

"you mean, you'll meet your superstar, named JUSTIN BIEBER?" tanya kakak sepupunya itu dan memutar bola matanya menandakan bahwa ia kesal.

"yeah, my feeling say that. But why you hate Bieber so much? He--"

"that's not a question. Can we go home?" tanya Varsha dengan nada suara yang datar dan berdiri dari duduknya.

Alyssa bingung kenapa kakaknya ini begitu sensitif dengan pemuda bernama Justin Bieber itu. Gadis itu tidak pernah mau cerita dengan Alyssa bahkan masalah namanya yang ia rubah dari Kendall menjadi Varsha, gadis itu tidak pernah cerita ke Alyssa, padahal nama Kendall sudah ia pakai sejak ia lahir sampai gadis itu berusia 15 tahun. Alyssa yang tidak tahu apa-apa hanya bisa mengkuti kakaknya itu berjalan pulang kerumah kakek dan nenek mereka yang sangat besar itu.

Ya. Gadis itu bernama Kendallynessa Varsha Cory Beverly. Gadis blasteran Indonesia, Canada dan Prancis. Gadis yang biasa di panggil Varsha. Nama Varsha sendiri adalah gabungan antara nama kedua orang tuanya, ayahnya bernama Varden Beverly sedangkan ibunya bernama Vasha Beverly. Alasan mengapa Varsha memiliki rambut hitam karena Ayu (ibunya Vasha) adalah orang indonesia sedangkan Thomas atau kakeknya orang Canada asli. Sedangkan muka bule Kendall berasal dari ayahnya yang memang berasal dari keturunan Prancis.

Kendall memang membenci Justin. Yap! Justin adalah JUSTIN BIEBER, sensasi pop dunia, idola para Beliebers, dan pada tahun lalu pemuda itu dijuluki laki-laki paling sexy sedunia. Kendall membenci justin bukan karena lagu-lagunya, bukan karena gossip yang mengatakan dia adalah guy. Tetapi karena kejadian masa lalu yang sangat sangat menyakitkan. Kejadian yang terjadi pada tahun 2010, ya 2 tahun yang lalu tapi masih terasa sakit sampai sekarang oleh Kendall.

Kejadian itu berawal di tahun 2009. Pada saat itu Kendall sedang berlibur ke London, salah satu negara tempat kediaman keluarga Thomas. Pada pagi yang sangat dingin itu Kendall dan ibunya sedang menikmati sarapan, menonton TV, kendall mengganti-ganti channel TV dan akhirnya dia berhenti di salah satu stasiun TV. Pagi itu E news di bawakan oleh Giuliana Rancic.

"today, we gonna talk about a new teen pop star. He come from Stratford, Canada. His name is Justin Bieber. His first single is one time." setelah Giuliana Rancic berkata seperti itu muncullah video klip One Time dan beberapa berita tentang Justin Bieber. Kendall sangat serius menonton laki-laki yang pada saat itu masih berusia 15 tahun. Seperti terhipnotis dengan hair flip justin, kendall seperti tidak dapat mengalihkan pandangannya dari TV tersebut. Dari situlah bermula seorang Kendall Beverly menjadi Beliebers. Ia membeli semua barang yang berbau tentang Justin. Mengoleksi semua barang-barang yang dikeluarkan oleh pemuda itu. Beruntung juga, karena Kendall adalah anak tunggal jadi orang tuanya mau mau saja membelikannya.

Kegilaannya itu masih berlanjut sampai ketika ada berita Justin akan mengadakan konser My World Tour di London. Pada saat itu juga Kendall langsung memohon kepada orang tuanya untuk menonton konser tersebut. Akhirnya Kendall, ibu dan ayahnya menonton konser Justin, mereka duduk di kursi VIP. Pada saat konser berlangsung Kendall tidak henti-hentinya menyanyi dan meloncat-loncat. Dia nyaris hafal dengan semua lagu di album My World. Dan akhirnya lagu yang Kendall tunggu-tunggu dari tadi, sebentar lagi akan dinyanyikan oleh idolanya itu. Lagu itu berjudul One Less Lonely Girl.

Ketika justin sudah memulai baris pertama pada liriknya, Kendall sudah ikut menyanyi tetapi terhalang ketika ada seseorang berbadan besar berkulit coklat gelap, menghampirinya. Pertama-tama pria itu ngobrol dengan ibu dan ayah Kendall, setelah selesai pria itu berpaling kepada gadis cantik yang sedang memerhatikan idolannya itu lekat-lekat.

"come with me." kata pria itu.

"huh? No! This is my favorite song. I won't leave"

"just follow me!" teriak pria itu karena volume speaker di sana keras sekali. Kendall melihat kearah ibu dan ayahnya. mereka mengangguk menandakan Kendall diizinkan.

Ketika mereka berdua sudah sampai di pintu yang bertuliskan 'only crew' yang berarti orang-orang tidak boleh masuk ketempat ini karena tempat ini hanya untuk crew Justin. Melihat itu Kendall mulai merasakan detakan jantungnya yang berdetak seperti tidak biasanya. Pria itu membuka pintunya dan mereka langsung disambut dengan keramaian orang-orang yang berlalu-lalang. Kendall semakin bingung dan akhirnya pertanyaan yang ia ingin lontarkan dari tadi akhirnya keluar juga dari bibir tipisnya.

"where will we go?" tanya Kendall ketika pria itu membawanya ke tempat yang asing, menurut kendall.

"you'll know soon." jawabnya.

Ketika mereka sampai didepan pintu, ada seorang wanita paruh baya menarik tangan kendall lembut. Kendall yang sudah terlanjur bingung Cuma bisa mengikutinya dari belakang.

"so, this is the one less lonely girl?" ucap wanita paruh baya itu.

"yes. She's beautiful right?" ucap pria yang mengajak Kendall kebelakang panggung ini dengan tiba tiba yang membuat kendall nyaris melompat. Kendall seperti kenal dengan wanita didepannya ini. Tapi sebelum dia bisa menerka, wanita itu sudah menariknya dan memberinya penjelasan mengenai One Less lonely Girl Justin pada malam ini. Kendall kaget ketika mendengar wanita itu menjelaskan bagaimana Kendall harus bertingkah laku di atas panggung, ia tidak menyangka bisa bertemu muka dengan idolanya. Setelah diberi instruksi oleh wanita itu, akhirnya waktu untuk Kendall naik keatas panggung tiba. Gadis itu nervous. Dia gugup untuk melihat idolanya langsung.

Lagu yang justin nyanyikan sudah hampir bait ke-2. Nanti ketika justin menyanyikan bait ke dua, seorang dancer akan mengajak Kendall untuk memasuki panggung yang bermandikan cahaya. Tanpa Kendall sadari, sekarang ia sudah ditarik oleh dancer Justin dan sekarang dia sudah duduk di kursi yang berada ditengah-tengah panggung y. Para beliebers langsung berteriak heboh ketika Justin mengambil sebuket bunga mawar merah dari seorang dancer. Jantung kendall berdetak sangat cepat ketika Justin berjalan semakin dekat kearahnya. Justin memberikan bunga itu kepada Kendall, gadis itu hanya tersenyum semanis mungkin, senyumannya membuat justin terkesima, senyuman yang sangat jarang justin lihat, senyuman yang berbeda dari OLLG-OLLG sebelumnya. Kendall tersenyum melihat bunga yang ia peluk sekarang. Justin berjalan kebelakang Kendall, dan tiba-tiba justin memeluk Kendall dari belakang yang membuat gadis itu sangat kaget. Kendall merasa ada kupu-kupu sedang berterbangan di perutnya. Justin menyanyi ditelinganya, suaranya seperti angin yang membuai telinga Kendall. Justin melepas pelukannya dan bernyanyi kembali, melambaikan tangannya dan mengajak para fansnya untuk ikut bernyanyi. Bait terakhir justin nyanyikan, justin berbalik ke kendall, justin menggenggam tangan gadis manis itu dan mendekatkan wajahnya kewajah kendall dan lirik terkahirpun selesai. Justin tersenyum manis untuk Kendall yang dibalas dengan senyuman manis dari Kendall. Lampu yang menerangi panggung meredup, dan justin mengecup lembut pipi Kendall, dengan hitungan detik pipi Kendall sudah berubah warna, menjadi warna merah.

Malam itu Kendall dan orangtuanya di tahan di ruang ganti Justin. Mereka mengobrol dengan Pattie, wanita paruh baya yang memberikan instruksi untuk Kendall tadi. Ruangan itu menjadi ramai, dipenuhi suara tawa orang-orang. Kendall berbicara dengan Justin, mereka bercanda, tertawa bersama. Justin merasa nyaman berada didekat Kendall, dan sebaliknya. Justinpun menanyakan apa nama account twitternya.

"so.. Kendall, what's your twitter name?" tanya justin

"@kendallbeverly

"okay. Followed." kata Justin girang.

"thanks" jawab Kendall dan tersenyum manis.

Ibu Kendall sudah berpamitan untuk pulang karena sudah larut malam. Kendall dan orang tuanya diantar oleh Kenny keparkiran tempat mobil mereka di parkir. Sementara ayah Kendall sedang berkonsetrasi terhadap mobil, Kendall iseng-iseng membuka Twitter . Dia melihat followersnya yang semakin bertambah sekarang yang pasti dikarenakan Justin.

Setelah konser, mereka berhubungan dengan short massage dan webcame atau telefon. Dari situ, walaupun mereka tidak tahu masa depan, tetapi mereka bisa merasakan sesuatu. Sesuatu yang berbeda. Hampir 4 bulan mereka saling kontak dan saliing menghubungi satu dengan yang lain, sampai kendall mendengar justin akan mengadakan konser di Paris. Kendall langsung menhubungi justin ketika tau berita itu, kendall tidak perlu takut kehabisan tiket karena justin sudah memberikannya tiket khusus. Sekarang diantara mereka berdua sudah sangat tidak sabar pada tanggal yang sudah ditentukan itu.

Pada tanggal itu, kendall menonton konser justin sendirian, karena katanya justin berjanji akan mengantarnya pulang setelah konser nanti. Konser itu berjalan dengan lancar, dan sama seperti di London ada satu gadis yang diajak naik keatas panggung tetapi kali itu bukan Kendall. Ketika gadis itu menaiki panggung, terlintas dipikirannya perasaan kendall pada hari itu, hari dimana ia bertemu muka dengan sang idola, justin bieber.

Konser berjalan dengan lancar, sekarang kendall berada di ruang ganti justin. Ia sedang mengobrol dengan Pattie, ibu justin. Mereka tertawa bersama, sampai tiba-tiba ada telefon masuk dan pattie harus mengangkatnya. Pattie keluar dari ruang ganti itu, dan membuat ruangan itu menjadi sangat sepi. Si pemilik ruangan sedang mandi karena berkeringat ketika konser tadi. Kendall mengeluarkan iPhone-nya dan mulai bermain dengan barang canggih itu. Karena saking asiknya bermain, gadis itu tidak menyadari bahwa ada seorang pemuda berdiri dihadapannya dan hanya memakai celana, pemuda itu tidak memakai sehelai baju. Justin melihat kearah kendall yang sedang asyik bermain. Kendall baru menyadari keberadaan Justin ketika air dari rambutnya yang basah menetes ke punggung tangannya.

Kendall medongak dan kaget ketika mendapati justin shirtless. Dengan sekejap muka kendall langsung berubah merah. Justin baru sadar bahwa yang menyebabkan pipi gadis itu merah karena melihatnya bertelanjang dada.

"ouh.. i'm sorry. i'll go get my clothe." ucap justin setelah ia sadar, dan ia langsung pergi ke tempat tasnya ditaruh.

Setelah selesai memakai baju, Justin kembali duduk di sebelah gadis manis yang berhasil mencuri perhatiannya sejak 4 bulan yang lalu.

"i'm done." katanya

"okay." jawab Kendall yang masih berkutat dengan game di i-Phonenya. Kendall merasa suasana diruang ganti itu menjadi canggung.

"ehm.. What are you doing? You seems so serious." tanya justin penasaran dan mendekatkan kepalanya ke kepala kendall untuk melihat apa yang sedang gadis itu kerjakan.

"eh? Just play game. i'm bored."

"ouh.." jawab justin, yang mengalihkan pandangannya dari layar handphone kendall ke wajah sang pemilik. Justin memerhatikan setiap detail wajahnya, mencium aroma gadis ini dan menyimpan aroma itu di otaknya.

Karena merasa ada yang memandanginya, Kendall menolehkan kepalanya, mengahadap ke justin yang masih memerhatikannya. Mata mereka bertemu, justin menatap mata itu dalam, melihat warna mata itu. Pandangannya lalu turun ke hidung mancung gadis ini, turun lagi ke bibir tipis dan mungil. Justin tertarik dengan bibir itu. Tau justin sebentar lagi akan menciumnya, rasanya kendall ingin menghindar, ia tidak mau first kissnya akan diambil oleh superstar ini, tetapi ia tidak bisa. Justin mendekaatkan wajahnya, menempelkan keningnya ke gadis dihadapannya. Hidung mereka bertemu dan tinggal 1 tahap lagi yang akan justin lakukan, tetapi tertunda karena...

Sooo... Wala! My first BLS is launched :)

I hope you like the first part. :)

Merci

NO COPY PLEASE! CREATE YOUR OWN :)





0

| Email this story Email this Novel | Add to reading list



Reviews

About | News | Contact | Your Account | TheNextBigWriter | Self Publishing | Advertise

© 2013 TheNextBigWriter, LLC. All Rights Reserved. Terms under which this service is provided to you. Privacy Policy.