wisata malam: horror atau funny?

Reads: 254  | Likes: 0  | Shelves: 1  | Comments: 0

More Details
Status: In Progress  |  Genre: Editorial and Opinion  |  House: Booksie Classic
semakin pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, serta sibuknya manusia dengan aktivitas sehari-hari, diperlukan sebuah alternatif guna memenuhi kebutuhan sekunder manusia yakni hiburan. fokus kajian dalam artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana atraktif wisata malam di kota tua, jakarta. serta apa pengaruh dari atraktif wisata malam di kota tua, jakarta. dengan fokus kajian tersebut, diharapkan dapat diketahui bagaimana bentuk dari atraktif wisata malam di kota tua, jakarta serta apa pengaruh dari atraktif wisata malam di kota tua, jakarta. metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode observasi lapangan yang bersifat deskriptif sehingga terbentuklah data yang mampu menerangkan fenomena secara menyeluruh. wisata di malam hari merupakan solusi yang baik untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan akan kesibukan aktivitas sehari-hari manusia. setiap waktu yang berharga akhirnya dapat digunakan secara efektif dan efisien tanpa mengganggu aktivitas lainnya. kota tua, jakarta menawarkan berbagai kegiatan wisata yang sangat atraktif serta patut untuk dicoba. berbagai kegiatan itu berupa jelajah malam, wisata kuliner, belanja, olahraga malam, dan sebagainya. semua hal atraktif tersebut ternyata sangatlah berpengaruh bagi kepuasan manusia akan dunia hiburan. karena setiap manusia memiliki kebutuhan yang harus dipuaskan menurut hukum ekonomi seperti kebutuhan primer (sandang, pangan, dan papan) serta kebutuhan sekunder (hiburan, dll.). tanpa hiburan, tidak dapat dibayangkan betapa gersang, membosankan bahkan menggelisahkan hidup ini. (jaya suprana, 2005 :137)
kata kunci : wisata malam, atraktif, kota tua, jakarta, horor, funny

Submitted: April 03, 2016

A A A | A A A

Submitted: April 03, 2016

A A A

A A A


WISATA MALAM: HORROR ATAU FUNNY ?

 

 

  1. ABSTRAK/ SARI

Kurniawan, Davin. 2016. Wisata Malam : Horror atau Funny.

Bandung. Tugas Artikel.

Semakin pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, serta sibuknya manusia dengan aktivitas sehari-hari, diperlukan sebuah alternatif guna memenuhi kebutuhan sekunder manusia yakni hiburan. Fokus kajian dalam artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana atraktif wisata malam di Kota Tua, Jakarta. Serta Apa pengaruh dari atraktif wisata malam di Kota Tua, Jakarta. Dengan fokus kajian tersebut, diharapkan dapat diketahui bagaimana bentuk dari atraktif wisata malam di Kota Tua, Jakarta serta apa pengaruh dari atraktif wisata malam di Kota Tua, Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode observasi lapangan yang bersifat deskriptif sehingga terbentuklah data yang mampu menerangkan fenomena secara menyeluruh. Wisata di malam hari merupakan solusi yang baik untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan akan kesibukan aktivitas sehari-hari manusia. Setiap waktu yang berharga akhirnya dapat digunakan secara efektif dan efisien tanpa mengganggu aktivitas lainnya. Kota Tua, Jakarta menawarkan berbagai kegiatan wisata yang sangat atraktif serta patut untuk dicoba. Berbagai kegiatan itu berupa jelajah malam, wisata kuliner, belanja, olahraga malam, dan sebagainya. Semua hal atraktif tersebut ternyata sangatlah berpengaruh bagi kepuasan manusia akan dunia hiburan. Karena setiap manusia memiliki kebutuhan yang harus dipuaskan menurut hukum ekonomi seperti kebutuhan primer (sandang, pangan, dan papan) serta kebutuhan sekunder (hiburan, dll.). Tanpa hiburan, tidak dapat dibayangkan betapa gersang, membosankan bahkan menggelisahkan hidup ini. (Jaya Suprana, 2005 :137)

Kata kunci : Wisata Malam, Atraktif, Kota Tua, Jakarta, Horor, Funny

 

  1. PENDAHULUAN

Setiap manusia tentunya memiliki kebutuhan hidup yang beragam. Selain kebutuhan primer akan sandang, pangan, dan papan, manusia juga memiliki kebutuhan sekunder akan hiburan. Kebutuhan akan hiburan sangat diperlukan bagi manusia. Terlebih lagi didalam dunia modern, dimana banyak orang yang sibuk dengan aktivitas kegiatan sehari-hari sehingga mereka tidak memiliki waktu luang untuk sekedar merefleksikan diri sejenak dari aktivitas sehari-hari.

Tanpa hiburan, tidak dapat dibayangkan betapa gersang, membosankan bahkan menggelisahkan hidup ini. (Jaya Suprana, 2005 :137) Oleh karena itu, diperlukan waktu alternatif guna memenuhi kebutuhan manusia akan hiburan. Wisata malam merupakan salah satu solusi yang berguna dalam masalah ini. Atraktifnya wisata malam yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan manusia akan hiburan kiranya dapat menjadi alternatif saran yang berguna bagi kita ditengah kepenatan dan kesibukan akan aktivitas sehari-hari.

 

  1. METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi lapangan yang menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan induktif. Metode ini digunakan karena dalam penelitian ini dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh.

 Data yang diperoleh dari observasi lapangan yang berlangsung pada hari Sabtu, 26 Maret 2016, Pukul 19.56 hingga pukul 20.39 di sekitar Museum Fatahillah adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, aktivitas, objek, perbuatan, kejadian, peristiwa, waktu, kondisi, dan suasana.

 

  1. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

“Karena terlalu sibuk bekerja keras mencari uang, kita sering lupa untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Karena kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, kita sering lupa untuk MENIKMATI HIDUP ini.” (Dani Kaizen, 2015)

Waktu sangatlah berharga di era modern ini. Banyak aktivitas dan kegiatan yang harus dilakukan. Namun, ditengah kesibukan aktivitas dan kegiatan yang kita lakukan, ternyata manusia juga memerlukan istirahat dan hiburan untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan akan kesibukan aktivitas sehari-hari.

Wisata malam diperlukan guna memenuhi kebutuhan sekunder manusia akan hiburan. Terbatasnya destinasi wisata malam di Ibukota Jakarta bukanlah alasan untuk kita, karena objek wisata Kota Tua, Jakarta ini menawarkan sensasi wisata malam yang berbeda, atraktif, dan unik.

Malam hari memang diidentikkan dengan kesan gelap dan horror. Apalagi bila kegiatan dimalam hari itu dilakukan sambal mengunjungi bangunan kuno, museum, dan Kota Tua. Atraktifnya wisata malam di Kota Tua, Jakarta bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan. Selain itu, kita bisa memetik segudang pengalam indah tak terlupakan disamping dari suasana malam.

Gambar 1.

Sumber : http://www.jakarta.go.id/web/uploads/files/kota_tua_visual_kreatif_arfin1.gif

 

Berdasarkan pantauan penulis, banyak aktivitas menarik yang dapat dilakukan oleh wisatawan bila ingin menghabiskan waktu di Kota Tua, Jakarta. Pertama, wisatawan dapat mengikuti destinasi jelajah malam dan berkeliling museum sekitar Kota Tua. Museum tersebut adalah Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Mandiri, dan Stasiun Kota Beos Jakarta. Terdapat pula berbagai komunitas historia yang menawarkan jasa sebagai pemandu jelajah malam berkeliling museum seperti Jakarta Heritage Trails, Jakarta Night Trails, dan sebagainya. (Admin Historia : 2013) Komunitas ini bukan hanya menawarkan jasa sebagai pemandu wisata saja tetapi juga menyediakan sepeda onthel untuk digunakan wisatawan dalam jelajah malam. Jelajah malam ini tentunya merupakan hal yang menarik untuk dicoba dimana kita dapat selfie, berkeliling dan melihat sisi lain dari Jakarta yang jarang diketahui oleh orang lain di malam hari.

Selain jelajah malam berkeliling museum, kita juga dapat memanjakan lidah kuliner kita dengan menikmati berbagai kuliner mulai dari kuliner tradisional hingga kuliner modern yang terjaja di sekitar pelataran Museum Fatahillah atau yang lebih sering dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta. Aneka jajanan kuliner ini tersedia mulai pukul 18.00 hingga pukul 23.00 yang terdiri mulai dari pedagang asongan, pedagang kaki lima, hingga kafè. Terkadang, atraksi lampu LED yang bervariasi juga menambah warna warni malam disekitar Kota Tua, Jakarta yang membuat suasana wisata malam semakin indah.

Gambar 2.

Sumber : http://us.images.detik.com/content/2014/03/14/1059/dalamfatahilah20140313_193949.jpg

Riuhnya wisata malam ternyata tidak menutup kemungkinan untuk membawa keuntungan bagi mereka yang mencoba mencari rezeki tambahan. Berdasarkan pantauan penulis, selain komunitas jelajah malam dan pedagang kuliner, terdapat pula beberapa pedagang kaos, pernak-pernik, photobooth, dan bunga yang menjajakan dagangannya pula di sepanjang trotoar jalan serta disekitar pelataran Museum Sejarah Jakarta. Disisi lain, para preman dan juru parker juga memanfaatkan kesempatan ini. Dari sepanjang trotoar jalan hingga halaman museum dijadikannya sebagai tempat parkir kendaraan pengunjung. Dengan tarif yang tidak menentu, kurang lebih Rp 5.000,00 untuk biaya parkir motor dan Rp 10.000,00 hingga Rp 15.000,00 untuk biaya parkir mobil.

Malam hari juga tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk berolahraga. Di halaman museum terdapat pula komunitas olahraga malam seperti Zumba, Skater, dan komunitas Sepatu Roda (inline skaters) yang menambah keriuhan malam disekeliling Kota Tua, Jakarta. Semua aktivitas ini menunjukkan bahwa Kota Tua, Jakarta memiliki atraktif hiburan malam yang menarik untuk dikunjungi selain daripada sisi horor dunia malam. Hal ini tentunya akan menjadi pengalaman indah tak terlupakan bagi wisatawan yang melakukan wisata malam di Kota Tua, Jakarta.

 

  1. SIMPULAN

Wisata malam merupakan salah satu alternatif solusi guna memenuhi kebutuhan sekunder manusia akan hiburan. Kawasan Kota Tua, Jakarta dimalam hari bukan hanya menyuguhkan hal yang menyeramkan dan horor tetapi juga dapat digunakan sebagai destinasi wisata yang atraktif. Serta kawasan Kota Tua, Jakarta memiliki atraktif hiburan malam yang menarik untuk dikunjungi, menambah pengalaman berharga, dan juga melihat sisi lain Kota Tua Jakarta selain daripada sisi horor dunia malam.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Suprana, Jaya. 2005. Antropologi Kelirumologi. Jakarta : Elexmedia Komputindo

Kaizen, Dani. “Menjaga Kesehatan dan Menikmati Hidup”. 28 Maret 2016. https://danikaizen.blogspot.co.id/2015/03/menjaga-kesehatan-dan-menikmati-hidup.html?m=1

Historia, Admin. “Wisata Malam Kota Jakarta”. 28 Maret 2016. https://www.komunitashistoria.com/article/2015/03/11/wisata-malam-kota-tua-jakarta-event/


© Copyright 2017 DavinKurniawan. All rights reserved.

Add Your Comments:

More Editorial and Opinion Articles

Booksie 2017-2018 Short Story Contest

Booksie Popular Content

Other Content by DavinKurniawan

wisata malam: horror atau funny?

Article / Editorial and Opinion

Popular Tags