Terakhir

Reads: 60  | Likes: 0  | Shelves: 0  | Comments: 0

More Details
Status: Finished  |  Genre: Fan Fiction  |  House: Booksie Classic
Seorang lelaki yang akan mengakhiri hidup

Submitted: July 19, 2012

A A A | A A A

Submitted: July 19, 2012

A A A

A A A


 

Aku membuka mataku. Entah sudah berapa lama aku terlelap. Aku menoleh, mendapati Aizawa tertidur di dekat jendela yang tak jauh dari kasurku. Aku tersenyum melihat dia terlelap dengan tenang. Apa yang sedang dia mimpikan sekarang? Aku tertawa kecil saat dia bergerak sedikit dan berdehem.
 
Tiba-tiba dadaku terasa sesak dan paru-paruku rasanya seperti berhenti bekerja. Aku terbatuk, lalu berusaha untuk bernapas. Lalu kata-kata dokter tadi melintas di pikiranku.
 
"Jika kau merasa kesakitan lagi, itu adalah saat terakhirmu"
 
Aku memaksakan jariku meraih nurse call, tapi ketika aku hendak menekan tombolnya, aku berhenti.
 
Saat terakhir.
 
Aku menoleh ke Aizawa yang masih tertidur. Jika aku menekan tombol nurse call, dia akan terbangun dan aku akan membuatnya khawatir lagi. Aku tidak bisa, aku tidak bisa membuatnya khawatir di saat terakhirku. Dia selalu membantuku dan menyemangatiku, bahkan sejak dia tidak tahu tentang penyakitku. Dia gadis yang baik. Aku tidak mau membuatnya tersiksa lagi karenaku. Aku menarik tanganku, meninggalkan nurse call di tempat tidur. Kuputuskan untuk mengakhiri hidupku dengannya.
 
Tanganku bergetar hebat. Syaraf-syarafku menegang, membuatku kesulitan menapakkan kaki di lantai. Tidak tidak, aku tidak akan kalah dengan penyakit ini. Dia telah mengajariku apa itu perjuangan, dan mengajariku cara mencintai hidup ini.  Dia mengajariku semuanya. Dia.. dia..
 
Aku harus berterima kasih kepadanya.
 
Aku mencoba menapakkan kakiku di lantai, namun kakiku lumpuh. Seketika seluruh tubuhku menghantam lantai. Kepalaku pusing dan keringatku membasahi pakaian pasien yang kukenakan. Pandanganku mulai kabur, mainan di lantai yang kami buat bersama tidak terlalu jelas di mataku. Tetapi jarak yang memisahkanku dengannya hanya beberapa meter, aku tidak akan menyerah. Aku mencoba merangkak. Nadiku berdenyut lagi. Rasanya seperti seluruh badanmu ditarik dengan sangat kencang. Aku batuk darah, lalu terjatuh. Aku menggertakkan gigiku, menggunakan tangan sebagai tumpuan untuk merangkak ke arah gadis itu. Aku tidak akan berhenti mempersempit jarak diantara kami.
 
Perlahan namun pasti, aku mendekatkan ragaku ke Aizawa. Entah berapa menit yang telah kupakai untuk menghampirinya, aku berhasil berada di depannya. Dadaku sesak. Aku kesulitan bernapas dan tubuhku rasanya tidak menurutiku lagi. Aku tahu ini jam terakhirku di dunia ini, namun aku harus memberitahunya tentang apa yang kurasakan. Harus. Kutaruh tanganku di sampingnya, lalu mengangkat badanku sekuat tenaga hingga wajahku setara dengannya. Aku terdiam menatap wajahnya.
 
Cantik, bahkan saat ia terlelap. Tidak, dia memang selalu cantik. Saat dia marah, saat dia cemberut, saat dia panik, saat dia malu, saat dia tersenyum.. Kesukaannya pada kucing, kebenciannya pada ketidakadilan..
 
Heh.
 
Kepalaku sakit lagi. Rasanya seperti otakmu ditarik paksa dari kepalamu. Seluruh tubuhku panas, mencoba untuk menolak penyakit yang kuderita. Namun tentu saja sia-sia. Aku terbatuk lagi, namun aku menahan diri agar tidak jatuh. Ini saat terakhirku di dunia ini. Saat terakhirku bersamanya. Aku tidak boleh jatuh. Aku menatap kedua kelopak matanya yang tertutup. Keringatku mengucur menetes ke lantai, dan mungkin ke pangkuannya. Kedua tanganku mengepal. Aku kesulitan bernapas. Pikiranku kacau. Jika saja aku sempat mengutarakan perasaanku. Jika saja aku tidak sakit. Pikiran-pikiran itu berkecamuk di dalam kepalaku, hingga kusadari aku meneteskan air mata.
 
Sedikit lagi, sedikit lagi.. waktuku..
 
Kututup jarak antara dua bibir kami. Aku memejamkan mata, merasakan bibir lembut Aizawa di bibirku. Satu detik, dua detik..
 
Pikiranku hilang. Gelap. Aku terjatuh.
 
Ciuman selamat tinggal. Ciuman terima kasih. Ciuman pertama dan terakhir...
 
...Aku mencintaimu.


© Copyright 2017 kucingholy. All rights reserved.

Add Your Comments:

More Fan Fiction Short Stories

Booksie 2017-2018 Short Story Contest

Booksie Popular Content

Other Content by kucingholy

Terakhir

Short Story / Fan Fiction

Popular Tags